Friday, January 23, 2009

ES ITO-Revolusi Cokelat

Revolusi Coklat : Saatnya Pramuka (Bukan Sekedar Pemuda) Memimpin Bangsa
by e.s. ito ~ June 2nd, 2008

Tiap hari peringatan di Indonesia adalah penanggalan wacana.
Ketika Hari Sumpah Pemuda datang untuk ke-79 tahunnya, wacana baru pun
muncul. Pesohor yang memakzulkan dirinya sebagai pemuda melemparkan
wacana bahwa sudah saatnya pemuda memimpin bangsa. Dengan membungkus
diri mereka dengan sang saka, perdebatan muncul lewat halaman opini
media massa. Dan sebagaimana panas tersapu hujan, perdebatan itu
ditutup dengan kata damai, "tidak perlu ada dikotomi muda dan tua".
Lalu di belakang panggung terdengar gunjingan, Parpol tidak memberi
tempat pada kaum muda.

Pada saat jalur politik mengalami kebuntuan, Indonesia butuh sosok
yang memiliki netralitas politik, berjiwa luhur dan memiliki
keterampilan teknis. Sosok inilah yang bisa merebut kekuasaan dengan
cepat, cekatan dan trengginas dan kemudian memimpin Indonesia.
Satu-satunya jiwa muda yang potensial melakukan semua itu hanya
Pramuka. Praja Muda Karana dengan seragam coklat lengkap dengan baret,
kacu, tongkat dan tali temali.

Kunci utama perebutan kekuasaan terletak pada kematangan intelijen,
Pramuka jelas siap melakukannya. Pramuka memiliki keterampilan teknis
yang dibutuhkan untuk operasi intelijen. Bila tokoh muda alergi
bekerjasama dengan BIN, Bais atau Intelkam Polri, mereka bisa
menggunakan keterampilan teknis Pramuka. Bukankah dalam era Iptek
dimana kita senantiasa ketinggalan ini yang dibutuhkan adalah
keterampilan sandi pada tingkat yang sangat dasar untuk kepentingan
intelijen. Pramuka, bukan tokoh muda, memiliki keterampilan tersebut.
Mereka menguasai morse, Smaphore dan tentu saja sandi-sandi jejak
menggunakan batu,rumput dan ranting.
Berikutnya adalah operasi penggalangan untuk menciptakan simpul-simpul
strategis di tingkat masyarakat. Pramuka jelas memegang simpul-simpul
tersebut. Penggalangan bisa dilakukan mulai dari tingkat Gugus Depan
hingga Kwartir nasional atau mulai dari level Siaga hingga Pandega.
Kerahasiaan terjamin, siapa pula yang akan curiga dengan wajah-wajah
tanpa dosa bocah yang mengenakan seragam coklat.
Setelah penggalangan berhasil, suruh saja mahasiswa turun ke jalan.
Sedikit chaos akan merontokkan kemapanan pemerintahan. Sementara para
pramuka menyiapkan perkemahan dengan simpul-simpul yang rumit sebagai
basis pertahanan. Tentara atau polisi mana pula yang akan tega
membantai wajah-wajah lugu berseragam coklat ini. Jangan lagi berorasi
tentang Korupsi dan bla…bla…bla..demokras i, suruh saja seorang Pramuka
tingkatan Siaga naik ke podium membacakan Dasa Darma Pramuka, kalau
perlu ikut pula dibacakan Sapta Marga dan Delapan Wajib Prajurit.
Tidak ada yang akan tersinggung bukan? Sementara masyarakat terpedaya
oleh nilai-nilai luhur yang dibacakan tersebut, simpati pun
didapatkan. Bila rakyat sudah bergerak, siapa yang akan bisa menahan
laju zaman???
Ketika kekuasaan telah didapatkan, bukan tokoh muda, tetapi para
Pramuka lah yang paling siap berkuasa. Mereka memiliki keterampilan
teknis untuk menata masyarakat. Saka Bhayangkara menggantikan polisi,
Saka Bahari menggantikan TNI AL hingga Saka Kencana menggantikan
BKKBN. Mereka bisa pula menyulap Bulog menjadi dapur umum untuk
masyarakat dalam transisi. Pramuka pula yang bisa menyediakan
perumahan darurat untuk masyarakat. Dan yang penting Pramuka juga bisa
diberdayakan sebagai jagawana penjaga hutan dalam rangka memerangi
pembalakan liar. Jadi tidak sekedar demo di departemen kehutanan.
Sebagaimana salah satu dasa darma Pramuka, maka masyarakat mesti gemar
menabung. Dengan demikian pusat perbelanjaan disulap menjadi kawasan
produksi bukan konsumsi. Papan-papan iklan dirobohkan berganti pohon
sawit untuk produksi. Kebun sawit akan berpusat di perkotaan bukan
dengan menggunduli hutan. Pramuka akan mendorong Indonesia menuju
masyarakat sosialis lewat kesetiakawanan sosial yang tergambarkan
lewat saling membantu dan suka menolong. Pramuka akan membatasi impor
telepon genggam sebab kita bisa menggunakan beragam sandi untuk
berkomunikasi. Operator telepon seluler yang terus mengoper laba ke
luar sana, silakan angkat kaki. Para remaja yang selalu "nongkrongin
MTV" akan dipaksa untuk berbulan-bulan hidup di alam lewat perkemahan
"Tanpa Batas". Kendaraan pribadi dan umum akan dibatasi sebab Pramuka
akan memperlebar trotoar. Orang-orang berangkat kerja dalam barisan
regu dipimpin seorang Pinru lengkap dengan sempritan di kantongnya.
Makin lama kualitas udara di perkotaan bisa dikembalikan.
Jangan lupa yang paling penting. Pada saat terjadi bencana, masyarakat
yang menjadi korban tidak perlu lagi risau sebab satgas Pramuka
senantiasa siap sedia. Satu-satunya perubahan yang mungkin tidak akan
diterima semua masyarakat adalah penggantian "Sukarno-Hatta" sebagai
ikon Indonesia menjadi Sultan Hamengkubuwono IX. Bukankah beliau Bapak
Pramuka??
Tunggu apalagi para tokoh muda??? Segeralah menyerbu toko perlengkapan
Pramuka di daerah Senen. Kenakan seragam coklatmu lengkap dengan kacu,
baret dan tali di pinggang. Berbaris melingkar; ucapkan salam
dan..Tepuk Pramuuuuka!! !! Jangan lagi merengek minta kekuasaan!

Wednesday, February 6, 2008

MAMPUKAH KITA MENJADI LELAKI SPT ITU ?

MAMPUKAH KITA MENJADI LELAKI SPT ITU ?

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka
menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak ....disinilah awal cobaan menerpa,

setelah istrinya melahirkan anak ke empat .....

tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan & itu terjadi selama 2 tahun.

Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang

lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.

Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum,

untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya ,

sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian ,

dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang ( tidak bisa menanggapi ) , pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun,

Dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka,
sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya.

( karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 ) .

Dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat,

yang dia inginkan hanya satu : semua anaknya berhasil.



Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata :

" Pak kami ingin sekali merawat ibu .......

Semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu & tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .

dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya .....

" Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi,

kami rasa ibupun akan mengijinkannya,

kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini ...

kami sudah tidak tega melihat bapak . . .

kami janji kami akan merawat ibu bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.

" Anak2ku..... jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu....

Mungkin bapak akan menikah....

tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku.... itu sudah lebih dari cukup,

dia telah melahirkan kalian"......

sejenak kerongkongannya tercekat . . . . . . .

kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta

yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini ?

Kalian menginginkan bapak bahagia ....

Apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang ?

Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Allah kesehatan dirawat oleh orang lain .......

bagaimana dengan ibumu yg masih sakit ?

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno . . . .

merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno . . . .

Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu . . .



Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber acara islami Selepas shubuh dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno . . .

Kenapa bapak mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istri yg sudah tidak bisa apa2.. ?

Disaat itulah meledak tangis beliau . . .

Dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru . .

Disitulah pak suyatno bercerita . . . .

Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta

tapi dia tidak mencintai karena Allah

maka semuanya akan luntur . . . .

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya ....

Sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya . . .

Mencintai saya dengan hati dan bathinnya

bukan dengan mata . . .

dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2 . .

Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah . . .

Dan itu merupakan ujian bagi saya .

Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya . . . apalagi dia sakit . . .

Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya curhat kepada Allah diatas sajadah . . .

Dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya

untuk mendengar rahasia saya . . . .


Thursday, January 31, 2008

dan Umar pun menangis

dan Umar pun menangis

Sebagai bahan renungan bagi kita semua….

Pernahkah anda membaca dalam riwayat akan Umar bin Khatab menangis ?
Umar bin Khatab terkenal gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan.
Bahkan konon, dalam satu riwayat,
Nabi menyebutkan kalau Syeitan pun amat segan dengan Umar
sehingga kalau Umar lewat di suatu jalan, maka Syeitan pun menghindar
lewat jalan yang lain.
Terlepas dari kebenaran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar
sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam.
Karena itu kalau Umar sampai menangis tentulah itu menjadi peristiwa yang
menakjubkan.

Mengapa "singa padang pasir" ini sampai menangis ?
Umar pernah meminta izin menemui rasulullah.
Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar.
Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah.
Beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras.
Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya.
Aku tidak sanggup menahan tangisku.

Rasul yang mulia bertanya, "mengapa engkau menangis ya Umar?"
Umar menjawab, "bagaimana aku tidak menangis.
Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini
Nabi Allah dan kekasih-Nya.
Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini.
Sedangkan Kisra dan kaisar duduk di singgasana emas
berbantalkan sutera".

Nabi berkata, "mereka telah menyegerakan
kesenangannya sekarang juga;
sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir.
Kita
adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir.
Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang
yang bepergian
pada musim panas.
Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat
dan
meninggalkannya."

Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau
dengan dunia ini.
Dunia ini hanyalah tempat pemberhentian sementara; tempat berteduh sejenak,
untuk kemudian
kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya.

Ketika anda pergi ke Belanda, biasanya pesawat akan transit di Singapura.
Atau anda pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat mampir sejenak
di Abu Dhabi .
Anggap saja tempat
transit itu, yaitu Singapura dan Abu Dhabi
merupakan dunia ini.
Apakah ketika transit anda akan habiskan segala
perbekalan anda ?
Apakah anda akan selamanya tinggal di tempat transit
itu ?

Ketika anda sibuk shopping ternyata pesawat telah
memanggil anda untuk
segera meneruskan perjalanan
anda.

Ketika sedang terlena dan sibuk dengan
dunia ini, tiba-tiba Allah memanggil anda
pulang
kembali ke sisi-Nya.
Perbekalan anda sudah habis, tangan anda penuh
dengan bungkusan dosa anda,
lalu apa yang akan anda
bawa nanti di padang Mahsyar.

Sisakan kesenangan anda di dunia ini untuk bekal anda di akherat.

Dalam tujuh hari seminggu, mengapa tak anda tahan
segala nafsu, rasa lapar
dan rasa haus paling tidak
dua hari dalam seminggu.
Lakukan ibadah puasa
senin-kamis.
Dalam dua puluh empat jam sehari,
mengapa tak anda sisakan waktu barang
satu-dua jam
untuk sholat dan membaca al-Qur'an.
8 jam waktu tidur ..mengapa tdk kita curi 15
menit saja untuk sholat tahajud.

"Celupkan tanganmu ke dalam lautan,"
saran Nabi
ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedaan
dunia dan akherat,
"air yang ada di jarimu itulah
dunia, sedangkan sisanya adalah akherat" .

Bersiaplah, untuk menyelam di "lautan akherat".
Siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita,
Bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah,
menangis pun kita tak
akan punya waktu lagi


Wednesday, January 30, 2008

Kue Pernikahan

Bagi yang sudah menikah, kue perkawinan ini
diperlukan untuk mengingatkan & direnungkan.
Bagi yang kita-kita yang belum menikah kue ini untuk bahan
masukan, supaya jangan salah adonan. Silakan mencoba !!!


KUE PERNIKAHAN

Bahan :
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

Bumbu:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
5 kali ibadah/hari
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).

Tips:

Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. (sebaiknya
dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi
mutunya terjamin.)

· Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena
walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau
kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.


· Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan
penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.


Cara Memasak:
* Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa
niat yang murni.

* Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen
dan restu orang tua secara merata.
* Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata
sekitar 30 menit didepan penghulu.
* Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
* Kue siap dinikmati.

Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak
dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan
lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong
doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah". Setelah
mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan. Selamat
mencoba, dijamin semuanya halal koq!.


SIAPKAH YANG BELUM MENIKaH UNTUK MEMASAK KUE PERNIKAHAN INI?

Thursday, January 24, 2008

CTA VS KRL


Assww

Hmm,...dah mau pulang ke Indonesia, huff,....dikit lagi kehilangan nikmatnya naik kereta yang tidak berdesak desakan, kereta yang aman dan nyaman,...dimana keretanya bersiiih, nggak terlalu berdesak desakan,....relatif kosong,... kalau pas mendesak bisa dengan leluasa dan tanpa mesti waspada bisa nyicil paper di laptop while jalan ke kampus, bisa ngerumpi via Cellphone di kereta tanpa mesti takut kehilangan handphone kesayangan. Di musim Summer keretanya sejuuuk banget, nggak mesti naik kelas eksekutif/bisnisnya,...dapet AC bow,.... di el invierno, bisa dapet heater tanpa mesti request ke engineer nyaman deh,...nggak aneh kalau di winter banyak yang tidur lelap di kehangatan kereta yang membuai penumpangnya tertidur. Manthab lah untuk orang macam saya yang biasa naik kereta kelas kambing.


Sudah saatnya bagiku untuk bersiap siap kembali daku akan menaiki kereta kelas kambing,...dimana kadang kambing dan daku duduk saling bersebelahan di kereta yang penuh sesak dengan sejuta aroma dari berbagai belahan Jabotabek (weleh, tapi kadang duduk juga sama ayam, sayur, biawak, burung, wah ini di Kereta apa di kebon binatang ya?) . Berbagai macam aroma tadi bervariasi dari mulai bau buah buahan dari Citayam, sampai Bau Río que huele negro de Ciliwung (bener gak yah? maklum cuman ngambil spanish 101) alias the black smelly river of Ciliwung in Manggarai/Cawang.

Mungkin bagi para pembaca yang familer dengan KRL JABODETABEK alias kereta commuter yang melayani wilayah Jakarta Bogor Depok Tanggerang dan Bekasi mesti faham dengan apa yang dimaksud dengan kelas kambing, seperti apa yang saya maksudkan diatas. and bagi yang belum tahu and belum familer dengan kereta KRL ini, begini nih gambarannya.

Kalau pas rush hour time, bisa dipastikan KRL ini penuh berjejalan dengan jutaan umat manusia yang either berangkat sekolah, kuliah, atau kerja atau berdagang, semuanya tumplek Bleg di kereta rel listrik yang jumlahnya nggak banyak banyak amat jumlahnya nor frequent-frequent amat kedatangannya sehingga bisa dipastikan kalau tiap kereta yang datang di rush hour itu puenuh banget deh bow!! (lihat deh gambar di samping)


Suasana di dalam kereta? wuih,.... dijamin "menyenangkan" dan juga memberikan "keuntungan." Kenapa "menyenangkan"? bagaimana tidak, wong selama di perjalanan ke tempat tujuan, di dalam kereta yang berdesak desakan, kita bisa disuguhkan berbagai seni hiburan dan fasilitas kelas "wahid" ala KRL. Hal yang bisa ditemui antara lain adalah para pengamen yang menambah "kebahagiaan" dan melepas sedikit "kepenatan" para penumpang yang kelelahan berdesak desakan di KRL dengan lagu dan suara mereka yang pada umumnya "indah", kadang ada berbagai ceramah yang mengingatkan kita akan pentingnya saling berbagi dengan sesama..

Kadang ada pula suguhan "ludruk" dimana para pemainnya memainkan peran mereka dengan suangat "serius," yang mencerminkan pelbagai kepribadian manusia di dunia ini. Layaknya panggung sandiwara saja, ada "aktor" yang memainkan karakter antagonis, egois, dimana mereka seakan lupa kewajiban sosialnya dan seakan telah kehilangan malu ketika melihat para disable, elderlies dan pregnant woman yang dengan "tabahnya" berdiri berdesak desakan Sedangkan dia sendiri yang masih kuat, muda dan gagah perkasa dengan nikmatnya "tidur" di kursi yang nyaman. Sabodo teuing dengan yang lain.
Ada juga karakter kriminal yang mengincar para penumpang yang lengah dengan jalan melakukan berbagai aksi "penyiletan, penodongan, pencopetan, penjambretan, pemalakan," dan berbagai macam aksi kriminal pen-penan dan kerabatnya. Smoga di masa datang ludruk KRL ini bisa makin memberikan pendidikan positip bagi para penontonnya,....khususnya anak anak kecil.

Ada juga aksi "daredevils" di kereta api yang bisa dipastikan tidak dapat ditemukan padanannya di belahan dunia dimana saya ada sekarang. Para daredevil itu melakukan aksi yang sangat berbahaya dan menantang, kebanyakan memilih "berakrobat" di pinggiran pintu kereta, kadang hanya dengan mengandalkan grips pada beberapa jari saja, sedangkan kereta meliuk liuk ke kanan dan ke kiri. (Sssst,.... I experienced it first handedly ketika SMA) Beberapa daredevils lainnya memilih duduk diatap kereta dan "berdansa" tarian maut dengan kabel listrik ribuan watt yang mentenagai sang ular besi

Di KRL, kita juga bisa menikmati berbagai macam panganan kecil yang dijajakan para pedagang di dalam kereta. segala macam ada lho, dari mulai tahu sumedang, kadang ada minuman dingin yang bisa melepaskan dahaga di tengah "surga" para commuters, duuh kadang kayaknya enak juga kalau di kereta transit CTA daku bisa menikmati sebotol teh dingin di summer or bajigur/wedang jahe di musim dingin. Segala macam panganan ini dijamin membuat anda well fed ketika menaiki KRL JABODETABEK.

Mungkin banyak dari kita yang nggak menyadari bagaimana "menguntungkannya" kita naik KRL. Pertama, dengan naik KRL kita bisa mengurangi biaya bensin yang makin lama makin mahal saja. bila kita bandingkan, memang pengorbanan naik kereta sangatlah besar, namun ongkos yang dihemat bisa menambah uang dapur selama beberapa hari atau membeli lauk spesial buat akhir pekan.

Manfaat kedua, kita bisa mendapatkan "olahraga" gratis dalam kereta. Bayangkan saja, daripada bayar fitnes mahal mahal, jumlah kalori yang terbakar dan jumlah keringat yang keluar bisa dipastikan hampir sama banyaknya apabila kita ambil kelas fitness di gym terkemuka. Tidak usah bayar uang membership, hanya diperlukan Abodemen kereta api,..pilihlah kelas ekonomi KRL untuk memastikan anda mendapatkan hasil maksimal di "berolahraga" di KRL. Dan pastikan bawa baju cadangan, karena, layaknya fitness, anda bisa dipastikan mandi keringat plus bonus sejuta aroma asing yang anda sendiri akan susah mendefinisikannya.

Ketiga, dengan menaiki KRL, anda diajarkan untuk melatih kepekaan, reflek, koordinasi dan kekuatan panca indera anda. Ketika naik KRL anda dilatih untuk waspada menjaga all your precious things dari incaran para kriminal, segala macam sentuhan di dekat kantong celana, kantong baju, atau kantong tas akan melatih kepekaan panca indra anda untuk waspada. Bila tindakan lebih lanjut terjadi, anda harus ingat emergency drill (diberikan via seminar oleh para alumnus penumpang KRL) dan anda juga diwajibkan untuk menggunakan indra suara anda untuk meneriakkan 5/7 huruf yang akan memastikan anda akan mendapatkan bantuan dari your brothers/sisters in arm di dalam KRL tsb (Disclaimer: the return of possession is not guaranteed.) Lima atau tujuh huruf yang wajib anda ketahui dan anda teriakkan tadi adalah either C-O-P-E-T atawa J-A-M-B-R-E-T.

Keseimbangan , konsentrasi dan koordinasi tubuh anda akan terlatih karena anda dituntut pada saat yang bersamaan untuk menjaga benda berharga anda, menjaga keseimbangan di dalam kereta yang very very crowded dengan space pijakan kaki dan pegangan tangan yang sangat minimal (anda diharapkan mampu berdiri diatas satu kaki dan dapat menyeimbangkan diri dengan ayunan kereta api yang kadang pretty wild hanya dengan satu tangan berpegangan)

Selain indra perasa sentuh dan indra suara, indra penciuman anda akan didrill untuk dapat bertahan ditengah seribu satu macam aroma yang kadang membuat orang orang yang tidak trained akan mengalami gejala nausea dan segala macam gangguan di perut dan wilayah pernapasan. Olahraga KRL ini is very not recommended bagi para penderita ashma, fobik tembat sempit, dan segala macam penderita penyakit yang tidak mampu berlatih di kondisi yang unbearable.

Keempat, dengan menaiki KRL anda akan mendapat kenalan baru, anda akan lebih bersosialisasi (in some cases people married person they met on the train,..pretty romantic isn't it?). Anda juga akan menjadi orang yang dermawan, karena anda akan banyak mendapatkan kesempatan beramal berkali kali baik dalam perjalanan berangkat maupun pulang. Banyak para pengumpul rejeki yang anda dapat temui baik di stasiun maupun di kereta. Dengan menaiki KRL, anda akan dapat menjadi insan yang "kuat" fisiknya (dengan latihan intensif), "bahagia" dan "terhibur" dan juga lebih dermawan. So let just take the possitive sidenya dan bergabunglah dengan komunitas pengguna KRL di tanah air.

KRL,...here I come!

Thursday, January 10, 2008

KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA

KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA

TAUFIQ ISMAIL

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan
dia berkata, " Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba
menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang
tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu
Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti
selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang
lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu
dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik
diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya,
yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi
relijius.
Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka
betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu
juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai
gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran.
Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet,
apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye
keesokan harinya dan saya mau bilang, " Chris, maaf ya,
macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu.
Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu,
ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A'udzubillahi minasy
syaithonirrojim. "Alyauma nakhtimu 'alaa afwahihim, wa
tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu
yaksibuun" saya berhenti. Maknanya, "Pada hari ini Kami
akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata
kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang
telah mereka lakukan." Saya tergugah. Makna ayat tentang
Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas
memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada
mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu
akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan
teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai.
Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah
selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul
inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika
berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis,
menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.
Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye –
Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:
Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat
sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan
misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benarbenar
mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu
itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali
menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba
lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya
yang tidak biasa terhadap sebuah lagu.
Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan
Kaki Berkata.
Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan,
betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam
saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan
saya.
"Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65..." kata
Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena
sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca
isinya.
Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan
kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi.
Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur,
sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti
ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!
Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah
senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung
mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa
ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak
Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk
mendoakan saya.
Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga
selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah
menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda
mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling
autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya
mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang
pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar
meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam
selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya
terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya,
dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka
sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir
di hari kiamat kelak.
Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi
dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau
pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada
baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu
sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

* *
Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam
peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan
honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya.
Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak
orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya
cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak
menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya
akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.
Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian
saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan
jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar
administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah,
mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun 'kan?"
Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras
menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya
solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.

* *
Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris
Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar
masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang
mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan
isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album
proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi
yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya
kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki
Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #
Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya.... sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina
1997

Monday, November 19, 2007

Divisions in Our World are Not the Result of Religion

Divisions in Our World are Not the Result of Religion

by ANDREA BISTRICH

Karen Armstrong was a Catholic nun for seven years before leaving her order and going to Oxford . Today, she is amongst the most renowned theologians and has written numerous bestsellers on the great religions and their founders. She is one of the 18 leading group members of the Alliance of Civilizations, an initiative of the former UN General Secretary, Kofi Anan, whose purpose is to fight extremism and further dialogue between the western and Islamic worlds. She talks here to the German journalist, Andrea Bistrich, about politics, religion, extremism and commonalities.

ANDREA BISTRICH: 9/11 has become the symbol of major, insurmountable hostilities between Islam and the West. After the attacks many Americans asked: "Why do they hate us?" And experts in numerous round-table talks debated if Islam is an inherently violent religion. Is this so?

KAREN ARMSTRONG: Certainly not. There is far more violence in the Bible than in the Qur'an; the idea that Islam imposed itself by the sword is a Western fiction, fabricated during the time of the Crusades when, in fact, it was Western Christians who were fighting brutal holy wars against Islam. The Qur'an forbids aggressive warfare and permits war only in self-defence; the moment the enemy sues for peace, the Qur'an insists that Muslims must lay down their arms and accept whatever terms are offered, even if they are disadvantageous. Later, Muslim law forbade Muslims to attack a country where Muslims were permitted to practice their faith freely; the killing of civilians was prohibited, as were the destruction of property and the use of fire in warfare.

The sense of polarization has been sharpened by recent controversies — the Danish cartoons of the Prophet Muhammad, over the Pope's remarks about Islam, over whether face-veils hinder integration. All these things have set relations between Islam and the West on edge. Harvard-Professor Samuel Huntington introduced the theory of a "clash of civilizations" we are witnessing today. Does such a fundamental incompatibility between the "Christian West" and the "Muslim World" indeed exist?

The divisions in our world are not the result of religion or of culture, but are politically based. There is an imbalance of power in the world, and the powerless are beginning to challenge the hegemony of the Great Powers, declaring their independence of them-often using religious language to do so. A lot of what we call "fundamentalism" can often be seen as a religious form of nationalism, an assertion of identity. The old 19th-century European nationalist ideal has become tarnished and has always been foreign to the Middle East . In the Muslim world people are redefining themselves according to their religion in an attempt to return to their roots after the great colonialist disruption.

What has made Fundamentalism, seemingly, so predominant today?

The militant piety that we call "fundamentalism" erupted in every single major world faith in the course of the twentieth century. There is fundamentalist Buddhism, Christianity, Judaism, Sikhism, Hinduism and Confucianism, as well as fundamentalist Islam. Of the three monotheistic religions-Judaism, Christianity and Islam-Islam was the last to develop a fundamentalist strain during the 1960s.

Fundamentalism represents a revolt against secular modern society, which separates religion and politics. Wherever a Western secularist government is established, a religious counterculturalist protest movement rises up alongside it in conscious rejection. Fundamentalists want to bring God/religion from the sidelines to which they have been relegated in modern culture and back to centre stage. All fundamentalism is rooted in a profound fear of annihilation: whether Jewish, Christian or Muslim, fundamentalists are convinced that secular or liberal society wants to wipe them out. This is not paranoia: Jewish fundamentalism took two major strides forward, one after the Nazi Holocaust, the second after the Yom Kippur War of 1973. In some parts of the Middle East , secularism was established so rapidly and aggressively that it was experienced as a lethal assault.

The fact that fundamentalism is also a phenomenon in politics was stressed only recently by former US president Jimmy Carter when he voiced his concerns over the increasing merging of religion and state in the Bush administration, and the element of fundamentalism in the White House. Carter sees that traits of religious fundamentalists are also applicable to neo-conservatives. There seems to be a major controversy between, on the one hand, so called hard-liners or conservatives and, on the other, the progressives. Is this a typical phenomenon of today's world?

The United States is not alone in this. Yes, there is a new intolerance and aggression in Europe too as well as in Muslim countries and the Middle East . Culture is always-and has always been-contested. There are always people who have a different view of their country and are ready to fight for it. American Christian fundamentalists are not in favour of democracy; and it is true that many of the Neo-Cons, many of whom incline towards this fundamentalism, have very hard-line, limited views. These are dangerous and difficult times and when people are frightened they tend to retreat into ideological ghettos and build new barriers against the "other". Democracy is really what religious people call "a state of grace." It is an ideal that is rarely achieved, that has constantly to be reaffirmed, lest it be lost. And it is very difficult to fulfil. We are all-Americans and Europeans-falling short of the democratic ideal during the so called "war against terror."